WARTAWAN muda ini tidak tahu bahwa itu adalah hari
terakhir untuk menatap lamat-lamat mata istri dan memeluk tubuh
putranya. Ia hanya tahu kebenaran harus diketahui oleh masyarakat.
Kebenaran. Namun anaknya, Evan belum tahu banyak apa itu kebenaran. Evan
belum tahu persis akan kemana ayahnya pergi. Ia tahu bahwa ayahnya akan
bekerja. Bekerja. Pergi pagi dan pulang kembali pada hari yang sama.
Entah kenapa hari sebelum keberangkatan Gregory Jhon Shackleton untuk
meliput masuknya tentara Indonesia ke Timor Leste, yang kala itu masih
bernama Timor Timur menjadi hari yang tidak terlupakan bagi istrinya,
Shirey Shackleton.
“Bila saya tertangkap, kalau saya dimasukkan ke penjara Indonesia, bila harus menjual rumah. Juallah.” Shirey mengganguk.